Posted by : Pengantar Teknologi Informasi
Senin, 07 Oktober 2019
Apa Itu Three States
Pada Memory
memproses sejumlah besar informasi. Informasi ini mengambil
berbagai bentuk misalnya: gambar, suara atau bahkan video. Untuk psikolog
istilah memori mencakup tiga aspek penting dari pemrosesan informasi atau bisa
disebut dengan istilah Three State ini:
1.
Encoding atau Pengkodean Encoding suatu proses
mengubah sifat suatu informasi ke dalam bentuk yang sesuai dengan sifat-sifat
memori organisme. Pengkodean adalah tahap pertama dari memori. Seperti istilah
yang disarankan, ini adalah tahap memori yang mengakumulasikan semua informasi
dari sekitarnya dan mengkodekan atau menyimpannya di otak kita. Informasi yang
kami ambil dari dunia di sekitar kami diproses dalam tiga bentuk berbeda.
Dengan kata sederhana, bentuk-bentuk yang berbeda ini adalah bagaimana kita
menerima informasi. Pengkodean juga dapat didefinisikan sebagai proses yang
digunakan untuk mengingat informasi
2.
Storage atauPenyimpanan Tahap ini berkaitan
dengan sifat memori tempat informasi disimpan, durasi waktu memori, jumlah
informasi yang dapat disimpan (penyimpanan terhadap apa yang telah diproses
dalam encoding, apa yang dipelajari atau apa yang dipersepsi) , dan jenis
memori. Cara di mana informasi disimpan secara langsung mempengaruhi cara di
mana informasi diambil. Informasi disimpan dalam dua bagian utama memori.
a. Memori Jangka Pendek.
b Memori Jangka Panjang Informasi yang telah di proses biasanya akan tersimpan dalam bentuk jejak-jejak dan bisa ditimbulkan kembali. Jejak-jejak tersebut biasa juga disebut dengan memory traces. Walaupun disimpan namun jika tidak sering digunakan maka memory traces tersebut bisa sulit untuk ditimbulkan kembali bahkan juga hilang, hal ini berkaitan dengan interval atau waktu antara memasukkan dan menimbulkan kembali.
Masalah interval dapat dibedakan atas lama interval dan isi interval:
a Lama interval, yaitu berkaitan dengan lamanya waktu pemasukan bahan (act of remembering). Lama interval berkaitan dengan kekuatan retensi. Makin lama intervalnya, makin kurang kuat retensinya, atau dengan kata lain kekuatan retensinya menurun.
b. Isi interval, yaitu berkaitan dengan aktivitas-aktivitas yang terdapat atau mengisi interval. Aktivitas-aktivitas yang mengisi interval akan merusak atau mengganggu memory traces, sehingga kemungkinan individu akan mengalami kelupaan.
a. Memori Jangka Pendek.
b Memori Jangka Panjang Informasi yang telah di proses biasanya akan tersimpan dalam bentuk jejak-jejak dan bisa ditimbulkan kembali. Jejak-jejak tersebut biasa juga disebut dengan memory traces. Walaupun disimpan namun jika tidak sering digunakan maka memory traces tersebut bisa sulit untuk ditimbulkan kembali bahkan juga hilang, hal ini berkaitan dengan interval atau waktu antara memasukkan dan menimbulkan kembali.
Masalah interval dapat dibedakan atas lama interval dan isi interval:
a Lama interval, yaitu berkaitan dengan lamanya waktu pemasukan bahan (act of remembering). Lama interval berkaitan dengan kekuatan retensi. Makin lama intervalnya, makin kurang kuat retensinya, atau dengan kata lain kekuatan retensinya menurun.
b. Isi interval, yaitu berkaitan dengan aktivitas-aktivitas yang terdapat atau mengisi interval. Aktivitas-aktivitas yang mengisi interval akan merusak atau mengganggu memory traces, sehingga kemungkinan individu akan mengalami kelupaan.
3. Retrival atau Pengambilan memory
Ingatan adalah berkaitan dengan menimbulkan kembali hal-hal yang
disimpan dalam ingatan. Proses mengingat kembali merupakan suatu proses mencari
dan menemukan informasi yang disimpan dalam memori untuk digunakan kembali bila
dibutuhkan. Untuk mengingat kembali ingatan yang sudah disimpan dapat
menggunakan cara: Recall, yaitu proses mengingat kembali informasi yang
dipelajari di masa lalu tanpa petunjuk yang dihadapkan pada organisme.
Contohnya mengingat nama seseorang tanpa kehadiran orang yang dimaksud.
Recognize, yaitu proses mengenal kembali informasi yang sudah dipelajari
melalui suatu petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Contohnya mengingat nama
seseorang saat ia berjumpa dengan orang yang bersangkutan. Redintegrative,
yaitu proses mengingat dengan menghubungkan berbagai informasi menjadi suatu
konsep atau cerita yang cukup kompleks. Proses mengingat reintegrative terjadi
bila seseorang ditanya sebuah nama, misalnya Siti Nurbaya (tokoh
sinetron), maka akan teringat banyak hal dari tokoh tersebut karena orang
tersebut telah menontonnya berkali-kali.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar